Jumat, 25 Maret 2011

Atmosfer

Atmosfer
Atmosfer berasal dari kata atmos berarti uap dan sphaira berarti bola bumi. Jadi, atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi. Fungsi atmosfer antara lain:
1. Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari.
2. Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi.
3. Sebagai penahan meteor yang akan jatuh ke bumi.
4. Menyediakan okisgen dan karbon dioksida.
Atmosfer sebagai lapisan pelindung bumi juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki warna, tidak berbau, dan tidak memiliki wujud, hanya bisa dirasakan oleh indera perasa dalam bentuk angin.
2. Memiliki berat sehingga dapat menyebabkan tekanan.
3. Memiliki sifat yang dimamis dan elastis.
Komposisi Atmosfer
Atmosfer terbentuk dari campuran gas-gas. Komposisi atmosfer berubah dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lain. Gas-gas utama pembentuk atmosfer dan manfaatnya sebagai berikut.

Gas % Simbol
Nitrogen 78,08 N2
Oksigen 20,94 O2
Argon 0,93 Ar
Karbondioksida 0,03 CO2
Helium 0,0005 He
Ozon 0,00006 O3
Hidrogen 0,00005 H
Neon 0,0018 Ne
Kripton Sangat kecil Kr
Xenon Sangat kecil Xe
Metan Sangat kecil CH4

Dari hasil penelitian para ahli, atmosfer terdiri dari lima lapisan, yaitu adalah sebagai berikut ini:

1. Troposfer
Troposfer berada pada lapisan atmosfer paling bawah. Manusia dan makhluk hidup lain berada di lapisan ini. Ketinggia lapisan ini di berbagai tempat berbeda-beda. Ketinggian lapisan troposfer da daerah ekuator mencapai 16 km, di daerah lintang sedang kurang lebih 11 km, sedangkan di daerah kutup mencapai 9 km. ketinggian rata-rata lapisan troposfer adalah 12 km. Lapisan troposfer masih dapat dibagi menjadi tiga bagian lagi, yaitu:
1. Lapisan planetair, dengan ketinggian 0 km sampai dengan 1 km
2. Lapisan konveksi, dengan ketinggian antara 1 km sampai dengan 8 km
3. Lapisan tropopause, dengan ketinggian antara 8 km sampai dengan 12 km
Ciri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengandung oksigen (O2) yang banyak.
2. Lapisan troposfer merupakan satu-satunya lapisan atmosfer yang mengandung air, uap, dan es sehingga lapisan ini berlangsung evaporasi dan kondensasi.
3. Lapisan tempat terjadinya sirkulasi dan turbulensi seluruh bahan atmosfer. Karena lapisan ini menjadi satu-satunya lapisan yang mengalami pembentukan dan perubahan cuaca, seperti angin, awan, presipitasi, badai, kilat, dan Guntur.
4. Suhu pada lapisan ini turun dengan bertambahnya kitinggian. Setiap naik 100 m dari permukaan air laut, suhu udara turun 0,65º C.
5. Pada lapisan tropopause gejala penurunan suhu udara tidak terjadi.
2. Stratosfer
Stratosfer berada pada ketinggian antara 12 km hingga 50 km. lapisan yang membatasi troposfer dan stratosfer adalah tropopause. Lapisan stratosfer dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Lapisan isotherm yang memiliki temperature -50º C dan terletak pada lapisan yang sama.
2. Lapisan ozonosfer yang memiliki temperature yang berubah-ubah antara -50º C dan 50º C terletak pada ketinggian 20 km hingga 40 km.
Ciri-ciri lapisan ini adalah:
1. Lapisan ini tidak terjadi turbulensi dan sirkulasi udara.
2. Lapisan stratosfer adalah satu-satunya lapisan yang mengandung gas ozon. Volume gas ozon ini relatif kecil.
3. Mesosfer
Mesosfer adalah lapisan udara di atas stratosfer. Batas antara stratosfer dan mesosfer disebut lapisan stratopouse. Lapisan ini berada pada ketinggian 50 km hingga 80 km. Adapun cirri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut:
1. Suhu udara di lapisan mesosfer sangat dingin mencapai –100°C. Suhu yang sangat dingin ini menyebabkan meteor-meteor dari luar angkasa yang sangat panas pecah dan berubah menjadi batuan-batuan kecil yang tidak membahayakan kehidupan di Bumi.
2. Di mesosfer terdapat lapisan ion atau udara bermuatan listrik. Lapisan ini terbentuk karena sinar ultraviolet pada molekul-molekul udara bertemu dengan elektron bermuatan listrik negatif.
3. Terdapat awan sinar malam yang berasal dari uap air atau debu meteorit muncul pada lapisan ini.
4. Termosfer
Termosfer adalah lapisan udara di atas mesosfer. Lapisan ini berada pada ketinggian 80 km hingga 500 km. Adapun cirri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut:
1. Pada lapisan termosfer terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari sehingga lapisan ini dikenal juga dengan ionosfer. Berkat adanya gas-gas yang mengalami ionisasi ini, sinyal-sinyal radio komunikasi dari permukaan Bumi dapat dipantulkan kembali ke Bumi, sehingga aktivitas komunikasi dapat terjadi.
2. Pada lapisan ini terdapat pula sinar kutub (aurora) yang muncul di kala fajar atau petang.
3. Lapisan termosfer terdapat lapisan inversi, yaiti memiliki ciri semakin tinggi ketinggian dari permukaan air laut, semakin tinggi pula temperaturnya. Suhu udara pada lapisan ini mencapai 1.700°C.
5. Eksosfer
Eksosfer merupakan lapisan yang terluar dari atmosfer. Pengaruh gaya berat pada lapisan ini sangat kecil, sehingga bentutan-benturan di udara jarang terjadi. Lapisan ini berada pada ketinggian antara 500 km hingga 1000 km. Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen. Kerapatan udaranya semakin tipis sampai hampir habis di ambang luar angkasa. Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer. Cahaya ini sebenarnya merupakan pantulan sinar matahari oleh partikel debu meteorit yang jumlahnya banyak dan melayang di angkasa. Satelit-satelit buatan biasanya berada di lapisan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar